Sabtu, 16 Agustus 2008

[pustekkom-kita] Digest Number 107

Messages In This Digest (5 Messages)

Messages

1.

Laporan Kegiatan  Pelatihan Pemanfaatan TIK Prov. Papua Barat Angkat

Posted by: "Ict Center Manokwari" ictcentermkw_08@yahoo.co.id   ictcentermkw_08

Sat Aug 16, 2008 3:01 am (PDT)

Dear all,

Pelatihan Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran Provinsi
Papua Barat angkatan ke-2 di kabupaten Fak-Fak yang dipusatkan di ICT Center Kabupaten Fak-Fak (SMK YAPIS Fak-Fak) telah dilangsungkan selama 3 hari, yaitu dari tanggal 7 s.d. 9 Agustus 2008 dan diikuti oleh total
sebanyak 32 orang peserta. Pelaksanaan pelatihan sendiri masih jauh dari sukses dan harapan yang sesungguhnya karena terkendala dengan persoalan teknis.
Sebelum waktu pelatihan, pengelola provinsi telah menyampaikan pemberitahuan lewat surat resmi dan telah mendapat konfirmasi, bahwa ICT Center Kab. Fak-Fak telah terkoneksi dengan ICT Kab.dan fasilitas internet telah dapat dimanfaatkan.
Kenyataan di lapangan, sebenarnya telah ada fasilitas Jardiknas pengadaan tahun 2006 di ICT Kab.Fak-Fak (modem DSL, Router/Juniper, PC Client, fasilitas tower dan antena grid beserta outdoor AP) beserta fasilitas yang memadai di ICT Center (tower, antena grid, AP indoor, dan PC router yang telah diinstal depdiknux, dan PC Clients).
Kendalanya, belum dilakukan pointing (point to point) dan test koneksi sejak tahun 2006 sampai saat ini. Pekerjaan ini seharusnya menjadi bidang tugas dari rekan-rekan teknisi yang telah dan akan dilatih untuk mengurusi bidang teknis sesuai tupoksinya.
Kendala lainnya, ICT Center juga belum dilengkapi dengan fasilitas TVRO, baik berupa bantuan peralatan dari Depdiknas maupun pengadaan sendiri.
Atas kendala2 tersebut, penyajian materi lebih difokuskan pada pemanfaatan MM pembelajaran, instalasi jaringan komputer (LAN), dan cara merekam siaran televisi (harapannya sih ya TVE karena jadwal siarannya sampai bulan September sudah di-download) menggunakan USB TV Tuner. Praktek berbasis internet (e-mail, mailing list, e-dukasi.net, browsing, searching, cara upload portofolio, dll) hanya disajikan dalam bentuk demonstrasi dengan menggunakan telkomnet mie instan dengan kecepatan akses yang sangat memprihatinkan. Peserta lebih banyak mengikuti secara pasif (maunya sih praktek dan nyoba sendiri, tapi apa daya .........keinginan ga kesampaian ?????)

Demikian laporan dari Papua Barat

Salam TIK,

Meidy M.
(Senior Trainer)

__________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
2.

Bls: [pustekkom-kita] Jas me rah

Posted by: "Djoko Sumarno" djoks_smpn1_snkn@yahoo.co.id   djoks_smpn1_snkn

Sat Aug 16, 2008 3:01 am (PDT)

terimakasih segala infonya dan itu sangat membantu wawasan kami yang baru selesai melaksanakan kegiatan PeTIK 2008 ini Bravo

----- Pesan Asli ----
Dari: Kwarta Adimphrana <maskwarta@yahoo.com>
Kepada: pustekkom-kita@yahoogroups.com
Terkirim: Jumat, 15 Agustus, 2008 02:00:06
Topik: Re: [pustekkom-kita] Jas me rah

Dear all,

Menarik sekali diskusi ini, saya Koordinator Pijar 2007 di Biro PKLN dan kini saya pula Pengarah PeTIK 2008 di Pustekkom. Sekilas ada pujian di Pijar 2008 karena keterbukaannya di soal keuangan dan sekilas ada kritik tajam di PeTIK 2008 karena ketidakterbukaannya disisi keuangan. Sekarang begini saja, seberapa jauh saya atau anda siap terbuka di depan petugas pajak yang menanyakan penghasilan kita - yang resmi maupun tak resmi - dan aset-aset tetap kita maupun yang bergerak?? Yang kita sesalkan adalah ketika merasa lebih tau dari Tim Pelaksana atau ekstrimnya lebih 'bersih' dari Tim Pelaksana di pusat, baik itu Biro PKLN ataupun Pustekkom yang sama-sama di bawah Setjen Depdiknas.
Baiklah saya paparkan bedanya dulu, kegiatan Pijar dianggarkan dari Beasiswa Unggulan dan PeTIK dianggarkan dari DIPA Pustekkom. Pustekkom telah menetapkan setiap biaya uang harian, transportasi, akomodasi, dsb sesuai standar yang ditetapkan oleh ditjen anggaran. Pustekkom menyerahkan/ mengantarkan anggaran PeTIK secara tunai sesuai RAB yang telah ditentukan berdasarkan standar ditjen anggaran depkeu kepada penyelenggara di provinsi. Tidak ada pengurangan se-sen-pun. Kecil kemungkinan penyelenggara akan 'ugal-ugalan' karena semua SPJ sudah disiapkan dari Pustekkom. Kalaupun ada yang 'nekat' dan tidak tertib, maka hal ini tentu akan menjadi tanggungjawab penyelenggara.
Kami tidak melupakan sejarah, tetapi kita bertekad untuk 'clear' dari diri sendiri.
Siapa yang main-main atau 'ugal-ugalan' dalam soal keuangan pasti akan menuai resiko dan citra buruk yang merusak kinerja. Pastinya, hidupnya tak tenang..
Coba tanya dalam diri Anda, andaikan besok Anda mendapatkan kepercayaan Depdiknas untuk mengelola kegiatan pelatihan dengan nilai 9500 x lipat gaji anda saat ini, apa yang pertama kali terbersit di hati dan nafsu Anda?
Bangga? Kesempatan 'nyubit' 1%-2,5% dari total anggaran? Beli sepeda motor atau DP mobil baru?
Insya-allah, disini tidak ada yang merasa alim seperti kyai, pedanda, pastor, pendeta, bhiksu, dsb.
Saya hanya ingin mengajak kita semua tidak melupakan sejarah diri kita masing-masing dulu sebelum men-judge orang lain. Sudahlah, jangan pusingkan soal uang, apalagi bukan milik kita, apalagi kita 'mengaku' pendidik, hidup tidak serta merta menjadi sempit karena tak ber-uang. Hati yang lapang akan membuat hidup ini lebih bermakna. Cobalah belajar dari Bu Muslimah-nya Laskar Pelangi yang bersahaja dan tetap 'menjahit' untuk mencukupi hidupnya sehari-hari meskipun sudah termasyhur sebagai guru yang inspiratif dan sukses!
Terima kasih..

Regards,

Kwarta Adimphrana
Pustekkom | Depdiknas
maskwarta.blogspot. com
+62-817-535404

----- Original Message ----
From: I Wayan Pande Adi Gunawan Wayan Pande <bhawantu@yahoo. com>
To: pustekkom-kita@ yahoogroups. com
Sent: Friday, August 15, 2008 1:15:04 PM
Subject: Re: [pustekkom-kita] Jas me rah

Dear All

Sejujurnya saya sependapat dengan sdr Moh. Sigid, asal saja kita semua mau bahu membahu untuk tekad suci melaksanakan amanah ini dengan penuh kebersamaan, artinya kita sama-sama, kalaulah ada lebih kita nikmati sama-sama, kalau ada yang kurang kita tanggung sama-sama, akan tetapi akan lebih ironis jika kekurangan harus ditanggung pelaksana, dan kelebihan dinikmati oleh orang-orang tertentu saja. Ini suatu bukti bahwa konsep anggaran kucing-kucingan ini sangat tidak mendukung konsep yang bapak sigid sampaikan, jika kita jujur semua dan mau terbuka, anggaran yang ada tidak perlu kucing-kucingan. buka saja semuanya, sebagaimana pijar walau masih ada kekurangan tetapi pusat secara terbuka berani menyampaikan anggaran yang ada sehingga pelaksana dapat menyesuaikan kondisi yang ada ibarat kata agama bahwa distribusi anggaran yang dilakukan pusat sampai pada yang berhak menerima, walau ada bebrapa daerah yang mungkin agak curang, tetapi beban dosa tidak
ditanggung pusat.
Terus terang pelaksanaan petik kali ini sulit diterima secara akal sehat, nampaknya perumus program ini masih perlu meningkatkan kemampuan berpikir logisnya. sebab ada beberapa aktifitas yang dilakukan bener2 tidak logis. Spt panitia kabupaten yang hanya ditanggung satu orang dengan beban biaya Rp. 400.000,- dan itu panita harus menanggung biaya ATK, transportasi panitia kecil. Biaya sewa tempat yang hanya Rp. 500.000,- dan dibuat kwitansi yang bermaterai Rp. 6000 sungguh menjadi pertanyaan yang perlu diberi jawaban. Ingat kita ini pendidik coba tunjukan sikap dan etika yang mencerminkan sebagai pendidik.
Inikah cara yang baik, seperti yang diwacanakan dalam milis-milis ini ? mohon diberi pencerahan, mohon maaf jika sedikit panas.... habiz.... pada sok kiyai semua tapi nyatanya.... ????

Wassalam,

--- On Thu, 8/14/08, Moh Sigid Hariadi, ST <msigidhrd@yahoo. co.id> wrote:

From: Moh Sigid Hariadi, ST <msigidhrd@yahoo. co.id>
Subject: [pustekkom-kita] Jas me rah
To: pustekkom-kita@ yahoogroups. com
Date: Thursday, August 14, 2008, 8:52 PM

Membaca dari pengalaman Jawa Barat dalam Babad ICT Jawa Barat dan
laporan dari Minahasa Selatan tentang penyelenggaraan PeTIK 2008,
mestinya harus ada yang kita cermati dalam menyelesaikan sisa waktu
pelaksanaan PeTIK 2008 ini.

Mulanya saya tidak begitu yakin kalau Jawa Barat dengan potensi SDM
dan infrastruktur yang sangat kaya justru akan muncul masalah dalam
penyelenggaraan PeTIK ini. Namun beberapa tanggapan di milis ini
justru kontraproduktif.

Kita harus menyadari betul bahwa pelaksanaan PeTIK ini sangat jauh
berbeda dengan PIJAR dalam berbagai aspek. Kita tidak bisa menyamakan
jardiknas sekarang dengan jardiknas tahun lalu. Kalau penyelanggaran
PIJAR yang dikelola oleh jardiknas boleh dikata dapat dikendalikan
oleh "KLIK" (dalam artian komunikasi virtual sangat berpesarn besar),
manun saat ini, hal tersebut belum memungkinkan.

Pesatnya pekembangan jardiknas yang saat itu disub-ordinasikan lewat
ICT Center di satu sisi memunculkan optimisme baru perkembangan TIK
dalam dunia pendidikan. Namun di sisi lain peran dinas pendidikan
sedikit banyak akan terabaikan (dalam hal pembangunan TIK).

Saat ini, tatkala jardiknas dibawa dalam lingkup birokrasi maka ada
sebagian pihak yang harus menahan nafas melihat perubahan yang harus
terjadi. Penempatan koordinasi TIK pendidikan di sekolah (dalm hal ini
ICT Center) dan birokrasi (dalam hal ini Balai Tekkom) tyentu sangat
jauh berbeda dalam hal suuport SDM.

Mestinya semua pihak perlu belajar dari sejarah jardiknas. Komunikasi
yang dikembangkan melalui milis bukan upaya untuk menjatuhkan, tapi
mestinya dijadikan umpan balik agar perjalanan jardiknas ke depan
semakin baik. Kita tidak bisa menutup mata akan kekurangan yang
terjadi karena itu pasti terjadi, dan harus terjadi sebagai bahan
pembelajaran kita. Sehingga saya justru merasa sangat apreciate dengan
Jabar dan Minsel yang dengan transparan menyampaikan kondisi riil di
lapangan, sehingga Pustekkom selaku pemegang otoritas jardiknas saat
ini dapat mengambil langkah nyata dalam upaya semakin meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat pengguna jardiknas ini.

Sampaikan kekurangan dan mari kita menanggapi kekurangan dan kelemahan
saudara kita dengan jawaban yang memberi solusi, bukan menyalahkan,
menghujuat dan sejenisnya. Mari kita sama-sama belajar saling
menghargai agar amanat yang ada pada kita membawa, mengenalkan dan
mengembangkan TIK Pendidikan dapat terwujud.

Maaf jika ada yang tidak berkenan

__________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
3.

Laporan Pelatihan Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran Provinsi Papua

Posted by: "Ict Center Manokwari" ictcentermkw_08@yahoo.co.id   ictcentermkw_08

Sat Aug 16, 2008 3:01 am (PDT)

Dear all,

Pelatihan Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran Provinsi
Papua Barat angkatan ke-2 di kabupaten Fak-Fak yang dipusatkan di ICT
Center Kabupaten Fak-Fak (SMK YAPIS Fak-Fak) telah dilangsungkan selama
3 hari, yaitu dari tanggal 7 s.d. 9 Agustus 2008 dan diikuti oleh total
sebanyak 32 orang peserta. Pelaksanaan pelatihan sendiri masih jauh
dari sukses dan harapan yang sesungguhnya karena terkendala dengan
persoalan teknis.
Sebelum
waktu pelatihan, pengelola provinsi telah menyampaikan pemberitahuan
lewat surat resmi dan telah mendapat konfirmasi, bahwa ICT Center Kab.
Fak-Fak telah terkoneksi dengan ICT Kab.dan fasilitas internet telah
dapat dimanfaatkan.
Kenyataan di lapangan, sebenarnya telah ada
fasilitas Jardiknas pengadaan tahun 2006 di ICT Kab.Fak-Fak (modem DSL,
Router/Juniper, PC Client, fasilitas tower dan antena grid beserta
outdoor AP) beserta fasilitas yang memadai di ICT Center (tower,
antena grid, AP indoor, dan PC router yang telah diinstal depdiknux,
dan PC Clients).
Kendalanya, belum dilakukan pointing (point to
point) dan test koneksi sejak tahun 2006 sampai saat ini. Pekerjaan ini
seharusnya menjadi bidang tugas dari rekan-rekan teknisi yang telah dan
akan dilatih untuk mengurusi bidang teknis sesuai tupoksinya.
Kendala lainnya, ICT Center juga belum
dilengkapi dengan fasilitas TVRO, baik berupa bantuan peralatan dari
Depdiknas maupun pengadaan sendiri.
Atas kendala2 tersebut,
penyajian materi lebih difokuskan pada pemanfaatan MM pembelajaran,
instalasi jaringan komputer (LAN), dan cara merekam siaran televisi
(harapannya sih ya TVE karena jadwal siarannya sampai bulan September
sudah di-download) menggunakan USB TV Tuner. Praktek berbasis internet
(e-mail, mailing list, e-dukasi.net, browsing, searching, cara upload
portofolio, dll) hanya disajikan dalam bentuk demonstrasi dengan
menggunakan telkomnet mie instan dengan kecepatan akses yang sangat
memprihatinkan. Peserta lebih banyak mengikuti secara pasif (maunya
sih praktek dan nyoba sendiri, tapi apa daya .........keinginan ga
kesampaian ?????)

Demikian laporan dari Papua Barat

Salam TIK,

Meidy M.
(Senior Trainer)

__________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
4a.

Balasan: Re: [pustekkom-kita] Jas me rah

Posted by: "Elly Elda" elly.elda@yahoo.co.id   elly.elda

Sat Aug 16, 2008 3:01 am (PDT)

Dear All,
sy ikut tertarik juga, meskipun sy belum mengenal benar ICT yg ada dlm PETIK 2008,jika berkenan memberi penjelasan. sy anggota br yg br bergabung mengikuti pelatihan ICT yang diadakan di SMKN 2 Pkp Babel.Mgkn sy orang yang telat mengenal ini semua tp tdk salah jk sy hrs mengenal skrg?????

Kwarta Adimphrana <maskwarta@yahoo.com> wrote:
Dear all,

Menarik sekali diskusi ini, saya Koordinator Pijar 2007 di Biro PKLN dan kini saya pula Pengarah PeTIK 2008 di Pustekkom. Sekilas ada pujian di Pijar 2008 karena keterbukaannya di soal keuangan dan sekilas ada kritik tajam di PeTIK 2008 karena ketidakterbukaannya disisi keuangan. Sekarang begini saja, seberapa jauh saya atau anda siap terbuka di depan petugas pajak yang menanyakan penghasilan kita - yang resmi maupun tak resmi - dan aset-aset tetap kita maupun yang bergerak?? Yang kita sesalkan adalah ketika merasa lebih tau dari Tim Pelaksana atau ekstrimnya lebih 'bersih' dari Tim Pelaksana di pusat, baik itu Biro PKLN ataupun Pustekkom yang sama-sama di bawah Setjen Depdiknas.
Baiklah saya paparkan bedanya dulu, kegiatan Pijar dianggarkan dari Beasiswa Unggulan dan PeTIK dianggarkan dari DIPA Pustekkom. Pustekkom telah menetapkan setiap biaya uang harian, transportasi, akomodasi, dsb sesuai standar yang ditetapkan oleh ditjen anggaran. Pustekkom menyerahkan/mengantarkan anggaran PeTIK secara tunai sesuai RAB yang telah ditentukan berdasarkan standar ditjen anggaran depkeu kepada penyelenggara di provinsi. Tidak ada pengurangan se-sen-pun. Kecil kemungkinan penyelenggara akan 'ugal-ugalan' karena semua SPJ sudah disiapkan dari Pustekkom. Kalaupun ada yang 'nekat' dan tidak tertib, maka hal ini tentu akan menjadi tanggungjawab penyelenggara.
Kami tidak melupakan sejarah, tetapi kita bertekad untuk 'clear' dari diri sendiri.
Siapa yang main-main atau 'ugal-ugalan' dalam soal keuangan pasti akan menuai resiko dan citra buruk yang merusak kinerja. Pastinya, hidupnya tak tenang..
Coba tanya dalam diri Anda, andaikan besok Anda mendapatkan kepercayaan Depdiknas untuk mengelola kegiatan pelatihan dengan nilai 9500 x lipat gaji anda saat ini, apa yang pertama kali terbersit di hati dan nafsu Anda?
Bangga? Kesempatan 'nyubit' 1%-2,5% dari total anggaran? Beli sepeda motor atau DP mobil baru?
Insya-allah, disini tidak ada yang merasa alim seperti kyai, pedanda, pastor, pendeta, bhiksu, dsb.
Saya hanya ingin mengajak kita semua tidak melupakan sejarah diri kita masing-masing dulu sebelum men-judge orang lain. Sudahlah, jangan pusingkan soal uang, apalagi bukan milik kita, apalagi kita 'mengaku' pendidik, hidup tidak serta merta menjadi sempit karena tak ber-uang. Hati yang lapang akan membuat hidup ini lebih bermakna. Cobalah belajar dari Bu Muslimah-nya Laskar Pelangi yang bersahaja dan tetap 'menjahit' untuk mencukupi hidupnya sehari-hari meskipun sudah termasyhur sebagai guru yang inspiratif dan sukses!
Terima kasih..

Regards,

Kwarta Adimphrana
Pustekkom | Depdiknas
maskwarta.blogspot.com
+62-817-535404

----- Original Message ----
From: I Wayan Pande Adi Gunawan Wayan Pande <bhawantu@yahoo.com>
To: pustekkom-kita@yahoogroups.com
Sent: Friday, August 15, 2008 1:15:04 PM
Subject: Re: [pustekkom-kita] Jas me rah

Dear All

Sejujurnya saya sependapat dengan sdr Moh. Sigid, asal saja kita semua mau bahu membahu untuk tekad suci melaksanakan amanah ini dengan penuh kebersamaan, artinya kita sama-sama, kalaulah ada lebih kita nikmati sama-sama, kalau ada yang kurang kita tanggung sama-sama, akan tetapi akan lebih ironis jika kekurangan harus ditanggung pelaksana, dan kelebihan dinikmati oleh orang-orang tertentu saja. Ini suatu bukti bahwa konsep anggaran kucing-kucingan ini sangat tidak mendukung konsep yang bapak sigid sampaikan, jika kita jujur semua dan mau terbuka, anggaran yang ada tidak perlu kucing-kucingan. buka saja semuanya, sebagaimana pijar walau masih ada kekurangan tetapi pusat secara terbuka berani menyampaikan anggaran yang ada sehingga pelaksana dapat menyesuaikan kondisi yang ada ibarat kata agama bahwa distribusi anggaran yang dilakukan pusat sampai pada yang berhak menerima, walau ada bebrapa daerah yang mungkin agak curang, tetapi beban dosa tidak ditanggung pusat.
Terus terang pelaksanaan petik kali ini sulit diterima secara akal sehat, nampaknya perumus program ini masih perlu meningkatkan kemampuan berpikir logisnya. sebab ada beberapa aktifitas yang dilakukan bener2 tidak logis. Spt panitia kabupaten yang hanya ditanggung satu orang dengan beban biaya Rp. 400.000,- dan itu panita harus menanggung biaya ATK, transportasi panitia kecil. Biaya sewa tempat yang hanya Rp. 500.000,- dan dibuat kwitansi yang bermaterai Rp. 6000 sungguh menjadi pertanyaan yang perlu diberi jawaban. Ingat kita ini pendidik coba tunjukan sikap dan etika yang mencerminkan sebagai pendidik.
Inikah cara yang baik, seperti yang diwacanakan dalam milis-milis ini ? mohon diberi pencerahan, mohon maaf jika sedikit panas.... habiz.... pada sok kiyai semua tapi nyatanya.... ????

Wassalam,

--- On Thu, 8/14/08, Moh Sigid Hariadi, ST <msigidhrd@yahoo. co.id> wrote:

From: Moh Sigid Hariadi, ST <msigidhrd@yahoo. co.id>
Subject: [pustekkom-kita] Jas me rah
To: pustekkom-kita@ yahoogroups. com
Date: Thursday, August 14, 2008, 8:52 PM

Membaca dari pengalaman Jawa Barat dalam Babad ICT Jawa Barat dan
laporan dari Minahasa Selatan tentang penyelenggaraan PeTIK 2008,
mestinya harus ada yang kita cermati dalam menyelesaikan sisa waktu
pelaksanaan PeTIK 2008 ini.

Mulanya saya tidak begitu yakin kalau Jawa Barat dengan potensi SDM
dan infrastruktur yang sangat kaya justru akan muncul masalah dalam
penyelenggaraan PeTIK ini. Namun beberapa tanggapan di milis ini
justru kontraproduktif.

Kita harus menyadari betul bahwa pelaksanaan PeTIK ini sangat jauh
berbeda dengan PIJAR dalam berbagai aspek. Kita tidak bisa menyamakan
jardiknas sekarang dengan jardiknas tahun lalu. Kalau penyelanggaran
PIJAR yang dikelola oleh jardiknas boleh dikata dapat dikendalikan
oleh "KLIK" (dalam artian komunikasi virtual sangat berpesarn besar),
manun saat ini, hal tersebut belum memungkinkan.

Pesatnya pekembangan jardiknas yang saat itu disub-ordinasikan lewat
ICT Center di satu sisi memunculkan optimisme baru perkembangan TIK
dalam dunia pendidikan. Namun di sisi lain peran dinas pendidikan
sedikit banyak akan terabaikan (dalam hal pembangunan TIK).

Saat ini, tatkala jardiknas dibawa dalam lingkup birokrasi maka ada
sebagian pihak yang harus menahan nafas melihat perubahan yang harus
terjadi. Penempatan koordinasi TIK pendidikan di sekolah (dalm hal ini
ICT Center) dan birokrasi (dalam hal ini Balai Tekkom) tyentu sangat
jauh berbeda dalam hal suuport SDM.

Mestinya semua pihak perlu belajar dari sejarah jardiknas. Komunikasi
yang dikembangkan melalui milis bukan upaya untuk menjatuhkan, tapi
mestinya dijadikan umpan balik agar perjalanan jardiknas ke depan
semakin baik. Kita tidak bisa menutup mata akan kekurangan yang
terjadi karena itu pasti terjadi, dan harus terjadi sebagai bahan
pembelajaran kita. Sehingga saya justru merasa sangat apreciate dengan
Jabar dan Minsel yang dengan transparan menyampaikan kondisi riil di
lapangan, sehingga Pustekkom selaku pemegang otoritas jardiknas saat
ini dapat mengambil langkah nyata dalam upaya semakin meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat pengguna jardiknas ini.

Sampaikan kekurangan dan mari kita menanggapi kekurangan dan kelemahan
saudara kita dengan jawaban yang memberi solusi, bukan menyalahkan,
menghujuat dan sejenisnya. Mari kita sama-sama belajar saling
menghargai agar amanat yang ada pada kita membawa, mengenalkan dan
mengembangkan TIK Pendidikan dapat terwujud.

Maaf jika ada yang tidak berkenan

---------------------------------
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
5.

Wasalam "

Posted by: "dadang_pkp" dadang_pkp@yahoo.co.id   dadang_pkp

Sat Aug 16, 2008 3:01 am (PDT)

Salam kenal tuk semuanya...... tuk perseta Diklat PUSTEKKOM
semoga ilmu yang diberikan dapat berguna untuk kita semua.
Amiinn.

Recent Activity
Visit Your Group
Curves on Yahoo!

A group for women

to share & discuss

food & weight loss.

Special K Group

on Yahoo! Groups

Learn how others

are losing pounds.

All-Bran

Day 10 Club

on Yahoo! Groups

Feel better with fiber.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: