Rabu, 13 Agustus 2008

[my-schoolnet] Digest Number 258

Messages In This Digest (4 Messages)

Messages

1a.

Fwd:  Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Surat Terbuka Buat MenDiknas, Buku

Posted by: "Sitti Maesuri Patahuddin" s_maesuri@yahoo.com.au   s_maesuri

Tue Aug 12, 2008 3:05 am (PDT)

Mas Kwarta, terima kasih atas penjelasannya,tapi semoga bisa dicermati
pernyataan saya. Saya percaya data angka yang diberikan. Tapi yang jauh
lebih utama adalah pemaknaan angka tersebut. Dan disinilah urgennya
anak-anak kita di sekolah diajari statistik secara bermakna. Tentu
sangat beda maknanya antara:- 5 di antara 100 orang dapat kue dengan 5
di antara 1 juta dapat kue.- 90 % dari 10 guru dengan 90% dari 100 juta.
Statistik yg diberikan pada masyarakat harus jelas.Berapa orang yang
disurvey?Apakah layak menggunakan persen? Jika Pak Kwarta mengatakan
bahwa biaya TIK dari BSE hanya 1,2 - 1,7% dari total dana BSE, ini pun
belum bermakna bagi pembaca, karena pembaca tidak diberi total.Saya
sendiri tidak tahu berapa total sih dana BSE keseluruhan. Salam
pendidikan SMPhttp://journey.maesuri.com/ <http://journey.maesuri.com/>

--- In my-schoolnet@yahoogroups.com, "Kwarta Adimphrana" <maskwarta@...>
wrote:
>
> Dear Ibu SM,
>
> Kita tidak akan berani main-main dengan angka, setidaknya sudah 2 kali
> saya berada di ruang rapat Mendiknas, sekali mendampingi Pak Gatot HP
> Biro PKLN saat menyusun paparan Depdiknas untuk Komisi X DPR dan
> sekali dengan Pak Lilik Gani Pustekkom saat menyusun Anggaran 2009.
> Saya lihat Mendiknas tidak pernah lepas dari kalkulator dan laptop
> yang digunakan untuk menganalisis setiap angka dan sumber munculnya
> angka tersebut berikut peruntukannya.
> Dari situ sudah jelas, tiada ampun untuk yang ABS, dari pengalaman itu
> saya belajar banyak dan dalam sekali, jangan sekali-kali kita
> memberikan angka atau data yang hanya sekedar menyenangkan atasan kita
> padahal sesungguhnya menyesatkan dan pasti berimpact kepada pengambil
> keputusan, dalam hal ini Keputusan Mendiknas.
> Lebih baik kita dimarahi atau dimaki atasan tetapi hati tentram karena
> terlepas dari dusta yang memberatkan.
> "Bahasa Terang", begitulah kira-kira yang kita budayakan disini..
>
> Kembali ke BSE, semalam saat quite hours dan siang tadi saat peak
> hours saya melakukan investigasi BSE melalui beberapa kawan di seluruh
> Indonesia. Semalam 100% responden menyatakn sukses mengunduh e-Book
> namun siang tadi 62% responden menyatakan sukses dan 38% responden
> menyatakan gagal. Setelah kami telusuri ternyata masih terdapat
> kendala teknis di Server BSE Karet Jakarta yang memuat 151 judul buku,
> sehingga untuk sementara akses diarahkan ke Server Slipi yang baru
> memuat 49 judul buku. Insya-allah hari ini kegiatan uploading ke
> Server Telkom Karet selesai.
>
> Demikian segala upaya kita untuk melayani dengan sebaik-baiknya kepada
> masyarakat, dan satu hal lagi, sesungguhnya biaya TIK untuk BSE ini
> sebenarnya hanya 1,2-1,7% dari total proyek BSE. Anggaran BSE ini
> lebih banyak untuk membiayai pengadaan e-Book-nya, terutama untuk
> membali hak ciptanya.
>
> Salam pendidikan yang mencerdakan,
>
> Terima kasih,
>
> KA
> Pustekkom
>
>
>
> --- In my-schoolnet@yahoogroups.com, sitti maesuri s_maesuri@ wrote:
> >
> > 8.994.437 halaman yang dibuka
> > 19.434.085 hit [menurut saya jika hit, dan berhasil lumayan, yg
> bahaya jika tidak! yg bahaya jika mereka stress dan buang waktu, yang
> lebih bahaya lagi jika masyarakat tambah sulit menerima
> kebijakan-kebijakan diknas]
> > 36 TB yang telah di-download
> > Â
> > Bisa ketahuan nggak siapa yg telah berhasil download? jangan sampai
> yang ada di ICT centre, atau yg dekat-dekat dengan server. Yang pasti,
> sy juga termasuk yg berhasil download, tapi sy di negeri Kangguru yg
> akses Internetnya cepat.
> > Tanpa mengurangi penghargaan saya pada kerja keras teman-teman di
> Diknas, saya juga ingin mengatakan bahwa kita tidak boleh terpukau dg
> angka-angka besar di atas.
> > Justru lebih baik jika Diknas bisa survey, berapa % pengunjung yg
> berhasil download buku dan bagaimana respon mereka terhadap hal ini.
> Lebih baik ditanya para guru dan siswa, seberapa jauh kemanfaatan
> semua ini. Bukankah ini dibuat untuk mereka dan katakanlah, uang itu
> juga kan uang rakyat, bukan uang Diknas, jadi wajib
> dipertanggungjawabkan ke rakyat kita.
> > Salam pendidikan
> > Sitti Maesuri
> > Saya teringat bacaan saya terhadap pernyataan SBY, bahwa milyaran
> (pokoknya banyak uanglah) yg disiapkan untuk online resources. Betapa
> bagusnya jika kita juga bisa tahu berapa % yg sdh tersedot buat buku
> online ini!
>

1b.

Fwd:  Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Surat Terbuka Buat MenDiknas, Buku

Posted by: "Kwarta Adimphrana" maskwarta@yahoo.com   maskwarta

Tue Aug 12, 2008 3:51 am (PDT)

Dear Bu SMP

Terima kasih atas tanggapan Ibu.
Sebenarnya data statistik yang disajikan adalah apa adanya tanpa
mempertimbangkan variabel apapun semisal populasi penduduk yang
memiliki akses internet. Yang ingin kami sampaikan bahwa telah terjadi
kunjungan maupun kegagalan kunjungan ke BSE, berhasil mengunjungi
namun gagal mengunduh BSE. Namun bagi provider internet atau konten
berbasis web, statistik tersebut betul-betul 'berbicara'..

Kami terus-menerus mengkaji apa penyebab kegagalan unduh itu, kami
coba bandingkan antara teman yang berhasil mengunduh di sekolah
indonesia di singapore dan teman yang gagal mengunduh dari malang di
jawa timur. mengapa yang di LN sukses tetapi yang di DN gagal?

Usut punya usut ternyata memang biangnya adalah infrastruktur jaringan
(bandwidth) di ujung komputer masing-masing pengunduh..
Ilustrasi: pipa BSE di Pustekkom berdiameter 40 cm, dialiri data BSE
sepenuh volume pipa tersebut, namun ketika sampai diujung komputer
pengunduh di DN ternyata diameter pipanya hanya 4 mm, maka yang
terjadi adalah sumbatan aliran data yang luar biasa di mulut sebuah
corong air yang menyempit... mengapa kawan yang di LN sukses? karena
diameter pipa BSE dengan diameter pipa komputer pengunduh sama atau
bahkan lebih besar di LN (maklumlah.. broadband, bandwidth 2-10 mbps
per-1 rumah itu sudah umum di beberapa negara seperti Korea & Jepang).

Solusi sementara ini adalah memperkecil ukuran file dari 200 MB
menjadi 10-15 MB per-buku, sehingga per-bab dapat diunduh dengan
ukuran 1,5-2,5 MB, tentunya hal ini beresiko pada penurunan kwalitas
gambar ilustrasi di halaman-halaman BSE tersebut.

Sekarang mari kita berhitung total budjet pembelian hak cipta BSE:
81 judul buku SD
61 judul buku SMP
32 judul buku SMA
75 judul buku SMK
SD, SMP, SMA (rata-rata) dibeli HC-nya 150 juta per-judul
SMK dibeli HC-nya dengan harga 50 juta per-judul
Nah, untuk aplikasi BSE dan MR selama setahun, nilainya 1,68% dari
nilai pembelian HC tersebut.

Sementara ini dulu yang dapat saya ilustrasikan.
Terima kasih..

Regards,
KA

--- In my-schoolnet@yahoogroups.com, "Sitti Maesuri Patahuddin"
<s_maesuri@...> wrote:
>
> Mas Kwarta, terima kasih atas penjelasannya,tapi semoga bisa dicermati
> pernyataan saya. Saya percaya data angka yang diberikan. Tapi yang jauh
> lebih utama adalah pemaknaan angka tersebut. Dan disinilah urgennya
> anak-anak kita di sekolah diajari statistik secara bermakna. Tentu
> sangat beda maknanya antara:- 5 di antara 100 orang dapat kue dengan 5
> di antara 1 juta dapat kue.- 90 % dari 10 guru dengan 90% dari 100 juta.
> Statistik yg diberikan pada masyarakat harus jelas.Berapa orang yang
> disurvey?Apakah layak menggunakan persen? Jika Pak Kwarta mengatakan
> bahwa biaya TIK dari BSE hanya 1,2 - 1,7% dari total dana BSE, ini pun
> belum bermakna bagi pembaca, karena pembaca tidak diberi total.Saya
> sendiri tidak tahu berapa total sih dana BSE keseluruhan. Salam
> pendidikan SMPhttp://journey.maesuri.com/ <http://journey.maesuri.com/>

1c.

Re: Fwd:  Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Surat Terbuka Buat MenDiknas, B

Posted by: "SanTri Jaya" santrijaya@yahoo.com   santrijaya

Tue Aug 12, 2008 6:23 am (PDT)

pak kwarta ysh
salam jumpa lag Gimana selusi dari ilustrasi pak kwarta sepertinya  BSE di Pustekkom seperti Kaleng botol bila dituangkan air dalam botol pasti keluarnya lambat. kalau boleh usul gimana kalau  BSE di Pustekkom bikin ilustrasi seperti tempat Ember. biar keluarnya cepat. maaf jika ada kata yg sala mas.. hehehhehehehehe

===========================
Salam Dari Kota Bunaken dan Maleo
Santri Jaya Malah
SMK Cokroaminoto Kotamobagu
http://santrijm.wordpress.com/
FAX.043422191
============================

--- On Tue, 8/12/08, Kwarta Adimphrana <maskwarta@yahoo.com> wrote:

From: Kwarta Adimphrana <maskwarta@yahoo.com>
Subject: [my-schoolnet] Fwd: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Surat Terbuka Buat MenDiknas, Buku Sekolah Elektronik
To: my-schoolnet@yahoogroups.com
Date: Tuesday, August 12, 2008, 3:51 AM

Dear Bu SMP

Terima kasih atas tanggapan Ibu.
Sebenarnya data statistik yang disajikan adalah apa adanya tanpa
mempertimbangkan variabel apapun semisal populasi penduduk yang
memiliki akses internet. Yang ingin kami sampaikan bahwa telah terjadi
kunjungan maupun kegagalan kunjungan ke BSE, berhasil mengunjungi
namun gagal mengunduh BSE. Namun bagi provider internet atau konten
berbasis web, statistik tersebut betul-betul 'berbicara'. .

Kami terus-menerus mengkaji apa penyebab kegagalan unduh itu, kami
coba bandingkan antara teman yang berhasil mengunduh di sekolah
indonesia di singapore dan teman yang gagal mengunduh dari malang di
jawa timur. mengapa yang di LN sukses tetapi yang di DN gagal?

Usut punya usut ternyata memang biangnya adalah infrastruktur jaringan
(bandwidth) di ujung komputer masing-masing pengunduh..
Ilustrasi: pipa BSE di Pustekkom berdiameter 40 cm, dialiri data BSE
sepenuh volume pipa tersebut, namun ketika sampai diujung komputer
pengunduh di DN ternyata diameter pipanya hanya 4 mm, maka yang
terjadi adalah sumbatan aliran data yang luar biasa di mulut sebuah
corong air yang menyempit... mengapa kawan yang di LN sukses? karena
diameter pipa BSE dengan diameter pipa komputer pengunduh sama atau
bahkan lebih besar di LN (maklumlah.. broadband, bandwidth 2-10 mbps
per-1 rumah itu sudah umum di beberapa negara seperti Korea & Jepang).

Solusi sementara ini adalah memperkecil ukuran file dari 200 MB
menjadi 10-15 MB per-buku, sehingga per-bab dapat diunduh dengan
ukuran 1,5-2,5 MB, tentunya hal ini beresiko pada penurunan kwalitas
gambar ilustrasi di halaman-halaman BSE tersebut.

Sekarang mari kita berhitung total budjet pembelian hak cipta BSE:
81 judul buku SD
61 judul buku SMP
32 judul buku SMA
75 judul buku SMK
SD, SMP, SMA (rata-rata) dibeli HC-nya 150 juta per-judul
SMK dibeli HC-nya dengan harga 50 juta per-judul
Nah, untuk aplikasi BSE dan MR selama setahun, nilainya 1,68% dari
nilai pembelian HC tersebut.

Sementara ini dulu yang dapat saya ilustrasikan.
Terima kasih..

Regards,
KA

--- In my-schoolnet@ yahoogroups. com, "Sitti Maesuri Patahuddin"
<s_maesuri@. ..> wrote:
>
> Mas Kwarta, terima kasih atas penjelasannya, tapi semoga bisa dicermati
> pernyataan saya. Saya percaya data angka yang diberikan. Tapi yang jauh
> lebih utama adalah pemaknaan angka tersebut. Dan disinilah urgennya
> anak-anak kita di sekolah diajari statistik secara bermakna. Tentu
> sangat beda maknanya antara:- 5 di antara 100 orang dapat kue dengan 5
> di antara 1 juta dapat kue.- 90 % dari 10 guru dengan 90% dari 100 juta.
> Statistik yg diberikan pada masyarakat harus jelas.Berapa orang yang
> disurvey?Apakah layak menggunakan persen? Jika Pak Kwarta mengatakan
> bahwa biaya TIK dari BSE hanya 1,2 - 1,7% dari total dana BSE, ini pun
> belum bermakna bagi pembaca, karena pembaca tidak diberi total.Saya
> sendiri tidak tahu berapa total sih dana BSE keseluruhan. Salam
> pendidikan SMPhttp://journey. maesuri.com/ <http://journey. maesuri.com/>

1d.

Fwd:  Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Surat Terbuka Buat MenDiknas, Buku

Posted by: "Kwarta Adimphrana" maskwarta@yahoo.com   maskwarta

Tue Aug 12, 2008 6:34 am (PDT)

Pak Santri ysh,

Terima kasih atas idenya, mudah-mudahan suatu ketika BSE akan seperti
ilustrasi yang anda bayangkan. Tetapi lebih baik kita yang realistis
dan yang pasti-pasti saja, insya-allah jika kita semua sabar dalam
proses pasti buah sukses yang dipetiknya :)

Salam hangat dari Ciputat,
KA


--- In my-schoolnet@yahoogroups.com, SanTri Jaya <santrijaya@...> wrote:
>
> pak kwarta ysh
> salam jumpa lag Gimana selusi dari ilustrasi pak kwarta sepertinya 
BSE di Pustekkom seperti Kaleng botol bila dituangkan air dalam botol
pasti keluarnya lambat. kalau boleh usul gimana kalau  BSE di
Pustekkom bikin ilustrasi seperti tempat Ember. biar keluarnya cepat.
maaf jika ada kata yg sala mas.. hehehhehehehehe
>
>
>
> ===========================
> Salam Dari Kota Bunaken dan Maleo
> Santri Jaya Malah
> SMK Cokroaminoto Kotamobagu
> http://santrijm.wordpress.com/
> FAX.043422191
> ============================

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Women of Curves

on Yahoo! Groups

A positive group

to discuss Curves.

Discover Tips

on healthy living

and healthy eating

on Yahoo! Groups.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: